PHOTOGRAPHER & BLOGGER

Meh syh Schlitz, tempor duis single-origin ea next level ethnic ipsn dsrumdo larame timedos metssole coffee mekel.

Follow Me

Home » Mengenal dan Mengetahui Tutorial UML

Mengenal dan Mengetahui Tutorial UML

Bona Forum Arikel – UML merupakan kependekan dari Unified Modeling Language, merupakan salah satu materi yang harus dipelajari dalam bidang sistem informasi, penggunaan tutorial UML ini sangat penting terutama dalam pengolahan data dan pembentukan sebuah aplikasi.

Bagi para pembaca yang tertarik untuk mempelajari tutorial membuat aplikasi Android. Harus setidaknya mengerti UML sebagai dasar dari pengembangan aplikasi Android. Karena itu, informasi mengenai UML akan dibahas dalam ulasan di bawah ini.

Mengenal Sistem UML

Sebelum mengetahui bagaimana cara membentuk dan memanfaatkan UML. Tentu saja, para pembaca harus mengenal dasarnya terlebih dahulu, yaitu apa yang dimaksud dengan UML itu sendiri.

Secara sederhana, UML bisa disebut sebagai bahasa pemrograman. UML sendiri telah menjadi bahasa standar yang digunakan dalam pembentukan perangkat ringan. Sebenarnya, pemanfaatan UML ini tidak hanya terbatas pada pembuatan aplikasi saja. Hampir semua pembentukan aplikasi dan perangkat lunak membutuhkan bahasa program UML ini.

Nantinya program yang dibangun dengan UML ini bisa berjalan di berbagai hardware dan sistem operasi. Karena sifatnya yang tergolong universal.

Tahapan dalam Tutorial UML

Dalam pembentukan program dengan bahasa standar UML, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Berikut adalah tahapan dalam pembentukan diagram dan bahasa UML.

1. Membentuk Functional Requirement

Pada tahap ini, para pengguna harus merancang sistem seperti apa yang ingin dibuat di dalam aplikasi atau program. Sebenarnya proses ini tidak harus ditulis dalam program maupun tutorial UML.

Rancangan bisa dituangkan dalam bentuk ketikan, bahkan dalam tulisan tangan terlebih dahulu. Functional Requirement ini bisa menjadi panduan untuk membangun program dan fungsinya. Karena itu, rancangan awal ini sangatlah penting.

2. Membuat User Case Diagram

Pada tahap ini, para pengguna perlu menentukan siapa aktor atau pengguna mayoritas dari program atau aplikasi yang akan dibuat. Pada aplikasi ini nantinya, akan dibuat ruang atau diagram tersendiri untuk mengatur spesifikasi dari para pengguna aplikasi.

Dengan menentukan siapa user dari program yang akan dibuat, akan lebih memudahkan desain program. Karena adanya penyesuaian dengan para pengguna yang menjadi sasaran.

3. Merancang Aktivitas di Dalam Diagram

Setelah itu, para pengguna bisa merancang aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di dalam program. Tentu saja, harus disesuaikan dengan rancangan fungsi awal dan target sasaran penggunanya.

Dalam perancangan dan pembentukan ini, para pengguna juga butuh membuat kelas-kelas atau golongan fungsi dari program dengan bahasa UML. Dengan begitu, fitur program bisa menjadi lebih spesifik.

Itulah pembahasan mengenai tutorial UML, pembahasan di atas memang bersifat sekilas saja. Karena butuh pelajaran yang lebih mendalam untuk memahami UML. Namun, pembahasan di atas bisa menjadi langkah awal para pemula yang tertarik mempelajari pembuatan aplikasi dan bahasa UML. (*)

Baca Juga: Apk Tutorial Membuat Aplikasi Android dengan Appgeyser

Tinggalkan Balasan